Sondag 09 Junie 2013

kisah sedih



Hai guys….
Aku punya cerita ni…
Simak ya dengan baik-baik…
Pada suatu hari seorang cowok sedang mengajak pacarnya jalan2 menaiki sepeda motor. Sang cowok mengendarai motornya dengan sangat kencang.
Ce : sayang, pelankan sepeda motor ini, aku takut…!
Co : tidak sayng ini sangat menyenangkan..
Ce : tapi aku sangat takut.. tolong pelan kan motor ini..
Co : baik aku akan pelankan, tapi aku mau kamu Tanya kpda mu..
Ce : Tanya ap…?
Co : apa kau mencintai ku…?
Ce : aku sangat mencintai mu….
Co : aku jg sangat mencintaimu. Bisakah kamu memeluk ku dengan erat.
Sang cewekpun mengikutinya.
Co : sekarang lepaskanlah helm ini, dan pakailah. Karena helm ini mengganggu pandanganku.
 Dengan segera cewek tersebut melepaskan helm itu dan memakainya. Berharap sang pacar mengurangi kecepatan motornya.
Tak lama setelah si ce memakai helm tersebut, motor mereka pun menabrak sebuah pohon.
Keesokan harinya terdengarlah sebuah berita. Telah terjadi kecelakaan motor yang di naiki oleh dua orang. Namun hanya satu orang yang meninggal dunia. Yaitu seorang lelaki.
Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha me-Rem utk memperlambat, tp si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau..
Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tau itu untuk terakhir kali baginya.
Dia lalu menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati...

Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ???
Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia?

Pernahkah kamu mengatakan "AKU MENCINTAIMU" padanya?

Ataukah kamu menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dlm situasi seperti diatas motor itu?

Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi.

Jangan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati. Katakan padanya bahwa kau mencintainya

Karena kamu tidak pernah tau, apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkan cinta padanya..
J

Itu lah cerita ku…
jangan netesin air mata ya guyz…
hmmmmm…. Kalau sobat sukasuka mencintai seseorang langsung katakan saja ya…
karena kita gak tau apakah hari esok kita masih bisa melihatnya atau tidak, sehingga kita bisa menyatakan cinta padanya…
J

                semoga tulisan ini dapat menjadi motivasi y..
                hehehehhe….

Vrydag 24 Mei 2013

pengertian ibadah secara detail



IBADAH
1.    Pengertian Ibadah

Menurut bahasa ibadah berarti tha’at, menurut, mengikuti, tunduk. Dan menurut istilah ibadah adalah tunduk setingi-tingginya, dan dengan do’a. Segala tha’at yang bersifat demikian mengerjakan perintah Allah SWT. karena mencari karena mencari keridhaan-Nya ini lah yang disebut dengan ibadah.

a.    Ayat 21 Surat al-Baqarah dan terjemahnya:
ياءيهاالناس اعبدوا ربكم الدى خلقكم والدى من قبلكم لعلكم تتقون
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (Q.S. al-Baqarah:21).
Tafsir ayat surat al-Baqarah: 21
ياءيها الناس اعبدو يعني اهل مكة
Hai manusia, Khitab untuk penduduk Makkah.
Ibadah kepada Allah telah dituntut kepada hamba Allah sebelum ditetapkan ibadah mahdah berupa kewajiban atau anjuran. Ibadah kepada Allah dalam hal ini adalah peng-Esaan Allah. Jadi perintah itu tidak hanya kepada orang yang beriman tetapi kepada mereka yang musyrik tegasnya kepada semua manusia. Terdapat pendapat ulama tentang siapa yang dibicarakan pada ayat ini. Pertama ayat ini ditujukan kepada seluruh manusia. Ini pendapat Ibnu ‘Abbas. Kedua ditujukan kepada Yahudi tanpa yang lain, ini pendapat al-Hasan dan Muijahid. Ketiga ditujukan kepada orang-orang kafir dari kalangan musyrik bangsa Arab dan bangsa lainnya, hal ini merupakan pendapat As-Sadai. Keempat ditujukan kepada orang-orang munafik dan orang-orang Yahudi, ini pendapat Muqatil.
اعبدوا ربكم اجضعوا له بالطاعة
Sembahlah Tuhanmu. Rendahkan kamulah diri kamu kepada-Nya dengan melakukan ta’at.
Perintah di dalam ayat ini menuntut keta’atan dan menundukkan diri kepada Allah sebagai pernyataan penghambaan diri kepada Allah semata.
الدى خلقكم  ابتداكم ولم تكونوا شيئا
Yang telah menciptakanmu. Ia menciptakan kamu sebagai permulaan sebelumnya kamu belum pernah ada.
والدين من قبلكم اباءكم وخلق الدين من قبلكم اي ان عبادة الخالق اولى من عبادة المخلوق وهو الصنم
Dan orang-orang yang sebelumnya. Dan ia menciptakan orang-orang sebelum kamu. Artinya Menyembah Sang Pencipta lebih utama dari pada menyembah makhluk yaitu berhala.
لعلكم تتقون لكي تتقوا بعبادته عقوبته ان تحل بكم
Agar kamu bertakwa. Supaya kamu takut kepada siksa-Nya dengan melakukan ibadah kepada-Nya. Ia menanggalkan siksa itu dari kamu.
Ibadah kepada Allah dikaitkan dengan penyebutan bahwa ia yang menciptakan kamu dan leluhur kamu. Dengan itu diharapkan kamu bertakwa kepada-Nya. Bisa jadi Allah membangkit-bangkit nikmat yang ia berikan menunjukkan bahwa mungkin penyembahan atau ibadah kepada Allah itu bukanlah perintah yang baru dibebankan kepada kamu, tetapi juga dilaksanakan oleh leluhur kamu. Oleh sebab itu, lakukan dengan baik dan sebagaimana mestinya. Dengan demikian kamu bertakwa kepada Allah. Artinya kamu takut kepada siksa-Nya dengan melakukan ibadah kepada-Nya dan Ia menghindarkan siksanya untuk kamu.
b.    Ayat 30 surat ar-Rum dan Terjemahnya:
فاقم وجهك للدين حنيفا ج فطرت الله التى فطر الناس عليها ج لا تبديل لخلق الله ج دلك الدين القيم ولكن اكثر الناس لا يعلمون.
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.(QS. Ar-Rum:30)
Tafsirnya Ayat 30 surat ar-Rum :
فاقم وجهك للدين ج حنيفا ما ئلا مستيما عليه. اي اخلص دينكم الله قاله سعيد بن خبير واقامة الدين.
Maka hendaklah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Artinya ikhlaskan agamamu untuk Allah. Menurut Said bin Jubair menghadapkan wajah maksudnya menegakkan agama.
Allah merangkaikan kata hadapkan terhadap agama dengan meluruskan wajah kepadanya dan memalingkan terhadap agama itu artinya cenderung kepada agama itu dengan kokoh tanpa cacat karena pengaruh agama-agama yang batil.
فطرت الله دين الله
(Tetaplah atas) fitrahnya Allah. Artinya agama Allah.
Allah berfirman: tepatkan wajahmu dan tetapkan di atas agama yang di syari’atkan Allah untukmu di antaranya agama Ibrahim yang dibimbingkan Allah kepadamu. Ia menyempurnakan untukmu pada tingkat maksimum kesempurnaannya. Dengan demikian secara pasti berada fitrahmu yang sempurna yakni al-fitrah as-salimah yang diciptakan Allah sebagai fitrah makhluk-Nya.
التى فطر الناس عليها ج اي خلق الناس عليها  و هدا قول ابن عباس و جماعة من المفسر ين ان المراد بالفطرة الد وهو الاسلام يقول ابو هريرة اقرؤا ان شئتم (فطرة الله التى فطر الناس عليها) قوله من يولد على الفطرة يعني على العهد الدي اخد الله عليهم بقوله (الست بربكم قالوا بلى).
Yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Allah menciptakan manusia berdasarkan fitrahnya. Ini adalah pendapat Ibnu Abbas dan sekelompok ulama tafsir, bahwa yang dimaksud dengan fitrahnya adalah agama yaitu islam. Abu Hurairah berkata: kalau kamu mau bacalah
(فطرة الله التى فطر الناس عليها). Makna perkataan “orang yang dilahirkan, dilahirkan atas fithrah. Yaitu janji yang diambil Allah atas mereka dengan perkaan-Nya:  (الست بربكم قالوا بلى) artinya apakah Aku ini Tuhan kamu? Mereka menjawab benar.
لا تبديل لخلق الله ج لا يقدر احد ان يغيره او ما ينبغي ان يغير
Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Tidak ada seorang pun yang mampu yang mampu merubahnya atau tidak seyogianya ia merubahnya.
Imam Bukhari mengatakan firman Allah  لا تبديل لخلق الله maksudnya tidak ada perubahan pada agama Allah. Sejak dahulu Allah menciptakan ad-Din fitrahnya untuk orang-orang terdahulu yaitu al-Islam. Bahwa Abu Hurairah mengatakan:
قال رسول الله عليه و سلم صلعم ما من مولود يولد الا على الفطرة فابواه يهودلنه او ينصرانه او يمجسانه  كما تنتج البهيمة جمعاء هل تحسون فيها من جدعاء يقول (فطرة الله التي فطر الناس عايها لاتبديل لخلق اللهفطرة الله التي فطر الناس عايها لاتبديل لخلق الله دلك الدين القيم)
Artinya: Tidak ada yang lahir kecuali dilahirkan islam, maka kedua ibu bapaknyalah yang meyahudikannya atau menasranikannya atau memajusikannya. Sebagaimana sekumpulan hewan ternak dipelihara untuk beranak apakah mereka merasakan makanan yang tidak enak kemudian ia mengatakan
. (فطرة الله التي فطر الناس عايها لاتبديل لخلق اللهفطرة الله التي فطر الناس عايها لاتبديل لخلق الله دلك الدين القيم)

دلك اشارة الى الدين المامور باقامة الوجه له او الفطرة
Itulah, ungkapan itu mengisyaratkan bahwa itu adalah agama yang disuruh menegakkannya, atau mengisyaratkan itu adalah fitrah.
الدين القيم المستقيم الدي لا عوج فيه.
Agama yang lurus yang tidak ada kebengkokan didalamnya.
ولكن اكثرالناس لا يعلمون استقامته لعدم تدبرهم.
Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Mereka tidak mengetahui) kelurusannya kerena mereka tidak memikirkannya
c.    Ayat 13, 23 dan 24 Surat Luqman dan terjemahnya:
وادقال لقما ن لابنه وهويعظه يابنت لاتشرك باالله قلى ان الشرك لظلم عظيم
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia member pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.
Ayat 23 Surat Luqman:
ومن كفر فلايحزنك كفره قلى الينامرجعهم فننبئهم بما عملوا قلى ان الله عليم بدات الصدور
Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kamilah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.(QS.  Luqman:23).
Ayat 24 Surat Luqman:
نمتعهم قليلا ثم نضطر هم الى عداب غليظ
Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (QS. Luqman:24).
2.    Hakikat Ibadah
Hakikat Ibadah itu, ialah:
خضوع الروح ينشاء عن استشعار القلب بمحبة المعبود وعظمته اعتقادا باءن للعا لم سلطانا لايدركه العقل حقيقته.
“Ketundukan jiwa yang timbul dari karena hati (jiwa) merasakan cinta akan Tuhan yang ma’bud dan merasakan kebesaran-Nya, lantaran beri’itiqad bahwa bagi alam ini ada kekuasaan yang akal tak dapat mengetahui hakikatnya”.
Kata Al Imam Ibnu Katsier dalam tafsirnya:
العبادة : عبارة عما يجمع كمال المحبة و الخضوع والخوف
“Ibadah itu, ialah suatu pengertian yang mengumpulkan kesempernuaan cinta, tunduk dan takut”.
Apabila makna-makna ibadah yang diberikan oleh masing-masing ahli ilmu diperhatikan baik-baik, nyatalah bahwa: kita harus yakin dengan seyakin-yakinnya, bahwa Allahlah yang memberikan nikmat kepada kita yang paling besar kepada kita, yaitu hidup, wujud dan segala yang sehubungan dengannya.
3.    Perintah Beribadah
Untuk mewujudkan ibadah hamba itu, Tuhan memerintahkan hamba-Nya, mengibadahi-Nya. Tuhan mengeluarkan perintah-Nya ini sebenarnya adalah suatu keutamaan-Nya yang besar bagi kita. Jika kita renungi hakikat ibadah, kita pun yakin bahwa perintah beribadah itu pada hakikatnya berupa peringatan bagi orang yang telah melimpahkan karunia-Nya.

Berkata Mu’adz ra,:

كنت رديف النبي صلعم على حمارفقال: يامعاد. اتدرى ما حق الله على العباد وماحق  العبادعلى الله؟ قلت. الله ورسوله اعلم. قال: حق الله على العباد ان يعبدوه وحده ولايشركوابه شيئا. وحق العبادعلى الله ان لايعدب من لايشرك به شيئا.
“Pada suatu hari, aku duduk di belakang Nabi atas kendaraannya (keledainya), maka beliau berkata: Hai Mu’adz  tahukah engkau apa hak Allah atas hamba dan hak hamba atas Allah? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Berkata Nabi s.a.w.: Hak Allah atas hamba-Nya, ialah: Mereka menyembah-Nya sendiri-Nya. Dan hak hamba atas Allah, ialah: Tiada mengazabkan orang yang tiada mensyariatkan-Nya dengan sesuatu”. (H.R. Bukhary dan Muslim).

4.    Syarat Diterima Ibadah
Syarat-syarat diterima sesuatu ‘amal (ibadah), ialah terkumpulnya pada dua syarat, yakni: Pertama: Ikhlas, yakni : Ibadah kita itu, laksanakan atas dasar ikhlas.
Berfirman Allah s.w.t, :
قل انى امرت ان اعبدالله مخلصاله الدين.
Katakanlah: “sesungguhnya Aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. (QS. Az-Zumar: 11)
Kedua: Ibadah kita itu, dilakukan secara sah sesuai dengan petunjuk syara’ sendiri.
Berfirman Allah s.w.t,
...فمن كان يرجوالقاء ربه فليعمل عملاصالحا و لا يشرك بعبادةربه احدا.
“Barang siapa mengharap supaya menjumpai Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mensyarikatkan seseorang dengan Tuhannya dalam ibadah itu”. (QS. Al-Kahfi: 110)
5.    Kepentingan Mempelajari Hikmat Ibadah
Dasar-dasar hikmat Allah menetapkan pokok fardhu dan dosa-dosa besar, telah ditandaskan oleh atsar di bawah ini:
فرض الله الاءيمان تطهيرا من الشرك والصلاة تنزيها عن الكزكاة تسبيباللرزق والصيام ابتلاءلاءحلاص الحخلق والحج بقربة للدين. والجهادعزاللاسم والامر بالمعروف مصلحة للعوام والنهي عن المنكرردعاللسفهاء وصلة الرحم منماة للعدد والقصاص حقناللدماء واقامةالحدود اعظا ما للمحارم وترك شرب الخمرتحصينا للعقل ومجانبة السرقة ايجاباللعفة وترك الزناتحصيناللنسب وترك اللواط تكثيرا للنسل والشهادةاستظهاراعلى المجاحدات وترك الكدب تشريعاللصدق. والسلام امانامن المخاوف والامانات نظاماللامة والطاعة تعظيما للامامة.
“Allah memfardlukan iman untuk membersihkan hati daripada syirik, memfardlukan sembahyang untuk memsucikan diri dari pada takabbur, memfardlukan zakat untuk menjadi sebab hasil rezeki bagi manusia, memfardlukan puasa untuk menguji keikhlsan manusia, memfardlukan haji untuk mendekatkan ummat islam antara satu dengan yang lainnya, memfardlukan jihad untuk kebenaran islam, memfardlukan amar ma’ruf untuk kemashlahatan orang awwam, memfardlukan nahyu anil munkar untuk menghardik orang-orang yang kurang akal, memfardlukan silahturahmi untuk menambah bilangan, memfardlukan qishas untuk pemeliharaan darah, menegakkan hukum-hukum pidana untuk membuktikan besarnya keburukan barang-barang yang diharamkan itu, memfardlukan kita menjauhkan diri dari minuman yang memabukkan untuk memelihara akal, memfardlukan menjauhkan diri dari pencurian untuk mewujudkan pemiliharaan diri, memfadlukan kita menjauhi zina untuk memelihara keturunan, meninggalkan liwath untuk membanyakkan keturunan, memfardlukan pensaksian untuk memperlihatkan sesuatu yang benar dan memfardlukan kita menjauhi dusta untuk memuliakan kebenaran, dan memfardlukan perdamaian untuk memelihara manusia dari ketakutan dan memfardlukan kita memelihara amanah untuk menjaga keseragaman hidup dan memfardlukan taat untuk memberi nilai yang tinggi kepada pemimpin negara.

Oleh karena itu, amat perlulah kita mempelajari hikmat ibadah karena mengetahui hikmat-hikmatnya mudahlah ikhlas dan khusyu’ berwujud. Dan amat perlu kita ketahui juga tentang hukum-hukumnya agar dapatlah ibadah kita sesuai dengan kehendak Allah s.w.t,.




 note: jika ada salah dalam penulisan kata dan pelafalan dalam ayat mohon di kritik y...
           trimakasih :-)








Woensdag 22 Mei 2013

teman baru di iain su

this is my friends in IAIN North Sumatra faculty tarbiyah, english department.... :-)